fbpx
herbisida

Agar tidak salah penggunaan, sebaiknya kenali kelompok Herbisida sebelum digunakan

Herbisida sudah menjadi sebuah kebutuhan wajib bagi pertanian modern, kebanyakan petani menyebutnya sebagai racun rumput, atau penyiang gulma. Pengertian herbisida adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas gulma pengganggu tanaman utama yang menyebabkan penurunan hasil pertanian.

Saat ini ribuan merek dan jenis herbisida beredar di masyarakat, beberapa memiliki bahan aktif yang sama namun berbeda merek dagang, keberadaan herbisida ini membantu petani dalam mengendalikan gulma atau rumput yang tumbuh di pertanaman mereka. Gulma yang tumbuh di areal pertanaman dapat mengganggu pertumbuhanan tanaman pokok karena terjadi persaingan dalam hal, hara, tempat, udara dan sinar matahari. Selain itu kehadiran gulma di pertanaman akan menyebabkan lahan tidak enak untuk dipandang, sehingga para petani akan berusaha mengendalikan gulma yang tumbuh.

Kelompok Herbisida

Banyak herbisida yang beredar di petani sering membingungkan, bahkan tidak sedikit petani yang salah aplikasi herbisida sehingga menyebabkan kerusakan pada tanaman pokok mereka. Berikut macam-macam klasifikasi herbisida sebagai bahan referensi bagi para petani Indonesia

Herbisida berdasarkan perkembangan gulma

HERBISIDA PRA-TUMBUH (PRE-EMERGENCE HERBICIDES)

Herbisda pra tumbuh adalah herbisida yang digunakan untuk membunuh biji/kecambah gulma yang masih ada di dalam tanah. Herbisida pra-tumbuh semuanya bersifat sistemik, diserap baik oleh biji, akar kecambah, koleoptil, maupun ruas batang muda. Contoh herbisida pra-tumbuh adalah atrazine, diuron, Triazulfuron dan sejenisnya.

Baca juga :  Memilih herbisida yang tepat untuk padi pasang surut

HERBISIDA PURNA-TUMBUH (POST-EMERGENCE HERBICIDES)

Herbisida purna tumbuh adalah herbisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma yang sudah tumbuh dan berkembang.
Herbisida purna-tumbuh umumnya diserap oleh daun gulma. Dikenal ada 2 kelompok herbisida purna-tumbuh, yaitu

  • Herbisida non-sistemik (umum disebut herbisida kontak)

HERBISIDA KONTAK diserap oleh daun, tidak ditranslokasikan, karenanya hanya mematikan jaringan daun yang langsung terkena semprotan (contoh paraquat dengan merek dagang Gramoxone)

  • Herbisida sistemik

HERBISIDA SISTEMIK diserap oleh daun, lalu disebarkan ke bagian-bagian lainnya. Karena itu herbisida sistemik mampu mematikan seluruh gulma meskipun tidak seluruhnya terkena semprotan (contoh glifosat dengan merek dagang Touchdown Neo).

HERBISIDA AWAL PURNA-TUMBUH (EARLY POST-EMERGENCE)

Herbisida awal purna tumbuh sebenarnya adalah herbisida pra-tumbuh untuk mengendalikan biji dan kecambah gulma, namun  herbisida ini juga mampu mengendalikan gulma yang masih muda biasanya berdaun 2-3 helai,  sehingga kadang dibuatkan kelompok khusus sebagai herbisida awal purna tumbuh.

Herbisida berdasarkan bidang sasaran

Berdasarkan bidang sasaran herbisida dibagi menjadi  2 kelompok yaitu

Herbisida Tanah

HERBISIDA TANAH atau (SOIL APPLIED HERBICIDES (SOIL ACTING HERBICIDES) adalah jenis herbisida yang diaplikasi ke tanah baik dengan cara disemprotkan, diteteskan ataupun dihamburkan untuk membunuh biji/kecambah gulma. Umumnya yang dipakai sebagai herbisida tanah adalah herbisida pra-tumbuh. Herbisida jenis ini biasanya diaplikasikan sebelum tanam atau pada awal tanam, sebagian petani juga kadang mencampur herbisida tanah ini dengan herbisida daun, bahkan beberapa perusahaan sudah melakukan mix formulasi (pencampuran formulasi) sebagai contoh adalah campuran antara diuron dan paraquat dalam formulasi Paracol

Herbisida Daun

Herbisida daun atau FOLIAGE APPLIED HERBICIDES adalah jenis herbisida yang disemprotkan langsung ke daun gulma untuk membunuh/mengendalikan gulma yang sudah tumbuh dan berkembang. Yang digunakan sebagai herbisida daun tentu saja adalah herbisida purna tumbuh, baik yang kontak maupun yang sistemik.

Baca juga :  Memilih herbisida yang tepat untuk padi pasang surut

Herbisida berdasarkan Tanaman Sasaran

Berdasarkan tanaman sasaran herbisida juga dikelompokkan menjadi 2 yaitu

Herbisida Pra Tanam

Herbisida pra-tanam (PRE-PLANTING HERBICIDES) biasanya disemprotkan sebelum tanaman pokok ditanam, misalnya pembersihan gulma sebelum olah tanah. Yang digunakan adalah herbisida purna-tumbuh, misalnya penggunaan Gramoxone untuk pertanaman jagung tanpa oleh tanah.

Herbisida Purna Tanam

Herbisida purna-tanam (POST-PLANTINGHERBICIDES)  diaplikasikan sesudah tanaman pokok ditanam, yang digunakan bisa herbisida pra-tumbuh ataupun purna tumbuh. contoh adalah penggunaan Touchdown untuk mengendalikan gulma di pertanaman kelapa Sawit.

Cek Juga

cara mencairkan blt umkm

Jangan Lupa Mencairkan segera BLT UMKM sebelum batas akhir pencairan

Bantuan usaha produktif untuk UMKM atau BLT UMKM sementara berjalan untuk tahap 3, para pelaku …

Tahukah anda apa itu surfaktan?

Surfaktan merupakan salah satu adjuvant yang paling umum dan paling banyak beredar di pasaran, bahkan …

bahan aktif yang tidak boleh dicampur

Bahan aktif pestisida yang tidak boleh dicampur

Mencampur pestisida untuk berbagai tujuan sebenarnya sudah biasaya dilakukan, baik oleh perusahaan formulasi pestisida maupun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *