fbpx
Budidaya porang

Cara Budidaya Tanaman Porang, Hingga Masa Panennya

Beberapa tahun belakangan, porang menjadi tanaman yang memiliki potensi jual cukup tinggi, terutama di bidang ekspor. Tanaman ini umumnya dipanen sebanyak 1 kali dalam setahun. Selain itu, cara budidaya tanaman porang juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Porang, biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti diolah menjadi tepung, tambahan kosmetik, dan sebagainya. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam budidayakan tanaman umi-umbian ini. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat pada penjelasan berikut.

Syarat Tumbuh

Sebelum melakukan budidaya, Anda perlu mengenali syarat tumbuh tanaman ini. Perlu Anda ketahui bahwa porang bisa tumbuh di jenis tanah apapun. Meskipun begitu, tanah yang tidak terlalu gembur dengan pH 6-7 lebih disukai tanaman ini, karena dapat tumbuh dengan baik.

Tanaman ini setidaknya membutuhkan naungan 40 persen. Hal tersebut bisa Anda dapatkan dari pepohonan jati, mahoni, dan sono. Porang bisa tumbuh di ketinggian 0-700 mdpl. Akan tetapi, ketinggian 100-600 mdpl lebih disukai tanaman ini.

Persiapan Lahan

Tahap awal yang bisa dilakukan adalah menyiapkan lahan tanam. Sebaiknya gunakan lahan terbuka yang cukup luas agar mendapatkan hasil yang besar. Siapkan lahan yang cukup dan bersihkan dari semua gulma yang ada di sekitar.

Anda bisa membajak lahan terlebih dulu agar tanah menjadi sedikit gembur. Kemudian, buat lubang tanam 25 x 60 cm. Lalu isi setiap lubang tersebut dengan kompos dan sekam sebagai pemupukan awal. Agar hasilnya maksimal, disarankan untuk menggunakan sistem tanam monokultur.

Cara Menanam Porang

Setelah melakukan pemupukan awal pada lubang tanam, maka Anda sudah bisa menanam porang. Ada 2 jenis bibit yang bisa ditanam, yaitu bibit dari biji dan katak. Katak adalah bintil porang berwarna coklat kehitaman yang ada pada pangkal dan tangkai daun.

Baca juga :  Alasan diskon pajak mobil dan penambahan pajak sembako

Katak yang tumbuh bisa disimpan dan ditanam pada musim hujan. Harga jualnya lumayan tinggi, berkisar 11-15 ribu per kg. Tak heran banyak orang yang memilih katak daripada biji, karena budidaya menggunakan biji dinilai lebih memakan waktu.

Penanaman bibit porang berupa umbi atau katak bisa langsung dilakukan dengan memasukkannya ke dalam lubang tanam. Namun, jika Anda menanam dari biji, maka lakukan pembibitan dulu di polybag. Sebaiknya menanam porang di awal musim hujan, yaitu sekitar bulan Oktober hingga Desember.

Perawatan Tanaman Porang

Cara budidaya tanaman porang yang berikutnya adalah melakukan perawatan secara rutin. Ada beberapa perawatan yang wajib Anda lakukan saat membudidayakan tanaman ini. Penasaran apa saja perawatannya? Simak dalam daftar berikut.

  • Membersihkan Gulma (Sanitasi)

Gulma menjadi satu hal yang wajib dibasmi. Tanaman-tanaman liar di sekitar lahan harus dibersihkan secara rutin. Kegiatan sanitasi ini bertujuan untuk mencegah gangguan luar yang bisa menghambat pertumbuhan porang.

  • Meninggikan Guludan

Perawatan berikutnya adalah meninggikan guludan. Caranya dengan menimbun batang porang dengan tanah yang dicangkul. Tujuannya untuk menjaga tanaman porang untuk dalam posisi tegak dan tidak tergenang air saat hujan turun.

  • Melakukan Pemupukan

Selain melakukan pemupukan awal sebelum tanam, pemupukan rutin selama budidaya juga wajib diperhatikan. Gunakan pupuk organik kompos yang sudah difermentasi, atau pupuk anorganik NPK atau TSP. Untuk pupuk anorganik, jangan memberinya terlalu berlebihan.

  • Penjarangan

Perawatan terakhir yang perlu Anda lakukan adalah penjarangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan umbi yang lebih besar. Penjarangan harus dilakukan jika mendapati tanaman porang yang lebih dalam satu lubang tanam, misalnya ada 3-4 batang porang sehingga harus dipindahkan.

Panen Porang

Jika Anda menanam porang dari bibit umbi, maka masa panen bisa dimulai dari 7 bulan setelah tanam. Namun jika menanamnya dari katak, maka butuh waktu lebih lama untuk panen, sekitar 18-24 bulan dari awal tanam.

Baca juga :  Daftar sembako yang rencananya akan kena pajak

Untuk memanennya, disarankan saat musim kemarau, karena siklus alami porang adalah akan mati di musim kemarau, sehingga harga jualnya akan mahal jika dipanen pada saat itu. Setelah itu, bisa mulai menanamnya lagi saat musim hujan.

Demikian cara budidaya tanaman porang yang bisa Anda terapkan. Semoga dengan menggunakan cara-cara yang telah disebutkan, Anda bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal.

 

Cek Juga

cara pemupukan 10 ton

Hasil panen padi 9-10 ton begini cara pemupukannya

Padi merupakan tanaman utama di Indonesia yang mana sebagi besar penduduk Indonesia masih menjadikan beras …

Penambahan populasi tanaman dengan Jajar Legowo

Indonesia memiliki sekitar 5 juta lahan sawah irigasi, yang merupakan protensi yang sangat besar untuk …

Budidaya padi secara lengkap

Tekhnik budidaya padi sudah dilakukan sejak manusia pertama kali mengenal tanaman padi sebagai tanaman pangan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.