fbpx

Cara memilih benih padi yang baik dan berkualitas

Benih padi merupakah salah satu faktor penting dalam produksi padi saat ini, pemilihan benih padi yang tepat dan baik dapat menjamin pertumbuhan tanaman dari awal yang lebih optimal sehingga menghasilkan produksi yang maksimal, kesalahan dalam pemilihan benih dapat berakibat cukup fatal karena dapat menyebabkan pertumbuhan yang tidak seragam atau benih yang tidak tumbuh pada saat disemai. 
Benih sendiri merupakan biji tanaman yang diperuntukan untuk keperluan dan pengembangan usaha tani serta memiliki fungsi agronomis, sedangkan dalam konteks agronomi benih harus bermutu tinggi atau unggul, dan harus mampu menghasilkan bibit yang berkualitas sehingga diharapkan mampu berproduksi maksimum. Bibit merupakan benih yang sudah tumbuh dan siap untuk dipindah tanamkan di lahan yang sudah siap secara fisiologi.
 
 
Kebanyakan petani masih belum memperhatikan pentingnya pemilihan benih yang berkualitas, kadang-kadang dalam memilih benih mereka hanya berdasarkan perasaan saja, bahkan jika melihat atau mendapati tanaman yang memiliki produksi tinggi, biasanya mereka akan menyisihkan sebagian yang nantinya akan digunakan sebagai benih pada saat musim tanam, mereka tidak memperhatikan faktor-faktor dalam pemilihan benih bermutu.
 

Benih yang bermutu memiliki kriteria :

Untuk menentukan baik tidak sebuah benih kita bisa melihat secara langsung kriteria benih bermutu secara fisiologi diantaranya adalah :

  1. Produktivitasnya tinggi, yaitu varietas/klon mempunyai produksi yang tinggi, artinya gap antara produksi yang diperoleh pada lingkungan pengujian sebelum varietas/klon tersebut dirilis dengan lingkungan pertanaman luas atau di masyarakat rendah,
  2. Pertumbuhan seragam, yaitu pertumbuhan antar satu tanaman dalam suatu pertanaman sama, baik dari aspek tinggi tanaman, diameter batang, perkembangan kanopi, dan produktivitas.
  3. Mutu genetisnya tinggi, yaitu struktur gen dalam kromosom sama pada setiap tanaman dalam klon/varietas tersebut. 

Dasar Pengujian

Dalam menetapkan suatu biji dikategorikan sebagai benih bermutu dan mempunyai nilai ekonomi diwajibkan melakukan pengujian berdasarkan PP No. 44 Tahun 1995, yaitu sebagai berikut :

  1. Uji kadar air, yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui kadar air suatu benih, dengan metode oven. Hal tersebut dilakukan untuk tujuan penyimpanan/pengiriman,
  2. Uji daya tumbuh, yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui persentase tumbuh benih yang dijadikan sebagai benih untuk tujuan budidaya dan pelabelan,
  3. Uji kemurnian, yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui persentase benih secara genetik yang terkandung dalam suatu benih yang akan digunakan untuk budidaya maupun untuk tujuan pelabelan,
  4. Uji campuran dari varietas lain, yaitu untuk mengetahui benih varietas lain yang terdapat dalam benih yang akan digunakan dalam budidaya, tujuannya agar diperoleh keseragaman benih,
  5. Uji kompatabilitas benih (keseragaman), yaitu uji keserempakan tumbuh dan keseragaman benih,
  6. Uji heterogenitas, uji yang dilakukan untuk mengetahui keseragaman besar dan ukuran biji dari setiap benih,
  7. Uji tetrazolium, uji yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan benih dalam rangka daya kecambah dan dilakukan secara kimia,
  8. Uji kesehatan benih, yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah benih tersebut terbebas dari patogen yang akan membahayakan pertumbuhan.

Dalam pengelolaan benih agar bernilai ekonomi dan menguntungkan, maka dikenal ada dua aspek, yaitu :

  1. Biji bermutu, yaitu benih dari varietas benar dan murni, mempunyai mutu genetis, fisiologis, dan mutu fisik yang tinggi sesuai dengan standar mutu di kelasnya,
  2. Standar mutu benih, yaitu spesifikasi benih yang mencakup fisik, genetis, fisiologis, dan kesehatan benih yang dibakukan dan merupakan konsensus semua pihak yang terkait.

Parameter Benih Bermutu

Syarat umum dalam pengembangan perbenihan agar diperoleh mutu ekonomi benih yang tinggi, dapat diperhatikan beberapa faktor dibawah ini, sebagai besar produsen benih sudah mencantumkan parameter sebagai berikut :

  1. Daya kecambah, minimal 80 %, artinya benih yang tumbuh dari benih yang ditanam minimal 80 persen. Hal tersebut ditetapkan guna menghindari penggunaan benih yang banyak, sehingga dapat meningkatkan biaya produksi,
  2. Benih murni, minimal 95 %, artinya benih yang ada pada setiap varietas/klon terdapat pada varietas/klon yang sama. Hal tersebut dilakukan guna menghindari ketidakseragaman pertumbuhan dan ketahanan terhadap hama/penyakit yang akhirnya menyebabkan produksi menurun,
  3. Benih dari varietas lain, maksimal 5 %, artinya benih murni dari varietas/klon yang sama,
  4. Kotoran, maksimal 3 %, artinya benda asing dan lainnya seperti ranting, krikil, dan benda asing lainnya tidak ada,
  5. Benih dari rumputan, maksimal 2 %, artinya bila benih terdapat batu, campuran benih dengan gulma, maka akan menyulitkan pemeliharaan dan keseragaman pertumbuhan karena dalam pertumbuhan tanaman tersebut terjadi kompetisi antara gulma dan tanaman utama yang akhirnya dapat menurunkan tingkat produksi.

Pemilihan Benih Berkualitas

Dengan memperhatikan syarat dan kriteria dalam memilih benih petani bisa mendapatkan benih unggul dan berkualitas dengan cara menyiapkan sendiri atau membeli langsung benih-benih yang bersertifikasi.
Sebelum benih disebar sebaiknya dilakukan beberapa perlakuan untuk memilih/memilah benih yang berkualitas sebelum di sebar di persemaian ataupun langsung ditanam:

1. Perendaman dengan larutan garam dapur

  • Sediakan benih padi yang akan diseleksi Isilah ember dengan air sampai kira-kira ketika benih dimasukkan bisa terendam semua (perbandingan 1 kg benih dan 2 liter air)  
  • Tuangkan Garam dapur kurang lebih 1 kg kedalam ember yang telah diisi air tadi kemudian aduk garam sampai larut
  • Setelah garam larut, masukan satu butir telur ayam kedalam larutan garam, dan perhatikan posisi telur
  • Jika telur masih terbenam tambahkan garam sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai telur mengapung pada permukaan air.
  • Jika telur telah mengambang pada permukaan air, artinya garam tidak perlu ditambah lagi dan siap digunakan untuk seleksi benih.
  • Tuangkan benih kedalam larutan garam yang telah diuji tadi.
  • Diamkan sejenak
  • Benih yang mengapung adalah benih hampa sedangkan benih yang tenggelam adalah benih yang bernas
  • Angkat benih yang hampa (mengapung) dan taruh dalam sebuah wadah, angkat benih yang bernas (tenggelam) kemudian cuci segera sampai bersih lalu masukan kedalam karung, diamkan benih yang bernas selama 24 – 30 jam.

2. Perendaman dengan menggunakan ZA

  • Buat larutan ZA dengan cara melarutkan ZA kedalam air yang bersih dengan perbandingan 225 g ZA untuk 1 liter air.
  • Buat larutan ZA tadi dengan perbandingan 1 kg benih dan larutan 2 liter (perbandingan 1 : 2)
  • Masukkan benih kedalam air secara hati-hadi dan diaduk perlahan sampai semua benih tenggelam.
  • Diamkan beberapa saat, kemudian benih yang mengapung di pisahkan/dibuang
  • Benih yang tenggelam diambil kemudian dicuci dengan air bersih.
  • Rendam benih yang sudah dicuci selama 24 jam.
  • Tiriskan benih yang telah direndam dan benih siap untuk ditabur.
Baca juga :  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pertanian organik

 

Artikel popular cara memilih genteng yang bagus

Cek Juga

Teknik pemeliharaan jagung hibrida

Sebagai lanjutan dari artikel kami sebelumnya tentang budidaya jagung hibrida kami akan membahas tentang teknik pemeliharaan …

Budidaya Jagung Hibrida Terlengkap

Jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi yang banyak di tanaman di Indonesia, karena tanaman …

Mengenal tanaman padi secara lengkap

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban, terutama di Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *