fbpx
aplikasi protan

Mendaftar dan claim asuransi pertanian dan peternakan kini bisa lewat aplikasi PROTAN

Peranan asuransi pertanian saat ini memang sangat penting, karena kondisi iklim yang tidak menentu sehingga lahan pertanian terutama tanaman padi sering terjadi kegagalan panen yang diakibatkan oleh kekeringan, kebanjiran dan juga karena serangan hama dan penyakit. Ha inilah kemudian yang mendorong pemerintah untuk menggalakkan asuransi pertanian demi melindungi petani dari kerugian.

Sejak diluncurkan tahun 2015 Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sudah dinikmati oleh petani yang sampai saat ini sudah mencapai 1 juta ha lahan dengan total kepesertaan 1,4 juta petani dan untuk program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) tercapai 120 ribu ekor dengan total kepesertaan 56 ribu peternak.

Untuk mempermudah petani mendaftarkan diri serta mengurus klaim, Kementerian Pertanian bersama PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo, meluncurkan aplikasi Proteksi Pertanian (Protan). Peluncuran aplikasi Protan dilakukan di Botani Square, Bogor yang dilakukan bertepatan dengan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi (Rakorsin) Kementerian Pertanian.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo “Aplikasi ini adalah sebuah terobosan, sebuah langkah maju. Pertanian sudah memasuki era 4.0, artinya petani pun harus mempersiapkan diri menyambut era digital. Salah satunya untuk memanfaatkan aplikasi Protan, itu adalah terobosan yang dilakukan untuk membantu petani.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan Protan akan sangat membantu petani.

“Petani semakin dipermudah dalam mengurus asuransi. Lewat aplikasi Protan ini, proses pendaftaran hingga klaim bisa dilakukan dengan mudah,” katanya.

Sarwo Edhy mengatakan, asuransi adalah bagian penting untuk menjaga lahan pertanian.

“Mengapa penting? Karena asuransi bisa memberikan ganti rugi saat lahan pertanian mengalami gagal panen. Ada klaim yang diberikan, besarnya Rp 6 juta per hektar. Klaim ini bisa dimanfaatkan petani untuk tanam kembali,” katanya.

Baca juga :  Asuransi pertanian, sebuah solusi menghadapi musim tak menentu

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, petani tidak perlu ragu untuk mendaftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). “Program AUTP bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani Indonesia. Biaya premi yang perlu dibayarkan sudah mendapat subsidi secara langsung dari pemerintah pusat dengan mengalokasikan sejumlah dana APBN,” jelasnya

Sarwo Edhy menjelaskan AUTP mampu memberikan manfaat perlindungan atas kerugian petani dari kegagalan panen yang disebabkan oleh serangan hama, bencana banjir bandang dan kekeringan.Sarwo Edhy menjelaskan AUTP mampu memberikan manfaat perlindungan atas kerugian petani dari kegagalan panen yang disebabkan oleh serangan hama, bencana banjir bandang dan kekeringan.

Sementara hama yang dimaksud mencakup wereng cokelat, walang sangit, tikus, penggerek batang, dan ulat grayak. “Asuransi ini juga memberi jaminan kerugian atas gagal panen akibat penyakit tanaman, seperti penyakit blas, kerdil rumput, kerdil hampa, tungo, dan busuk batang,” sebut Sarwo Edhy.

Memperluas jangkauan dalam asuransi pertanian, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo telah meluncurkan aplikasi PROTAN (Proteksi Pertanian). “Petani semakin dipermudah dalam mengurus asuransi. Lewat aplikasi Protan ini, proses pendaftaran hingga klaim bisa dilakukan dengan mudah,” kata Sarwo Edhy.

Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Diwe Novara, aplikasi Protan ditujukan bagi petani dan peternak di seluruh Indonesia “Fitur aplikasi protan dilengkapi dengan pengukuran polygon area kerusakan lahan yang mengalami gagal panen, geolocation koordinat lahan, auto generate download formulir, penyimpanan data klaim, update status pelaporan klaim, dan informasi seputar pertanian dan peternakan,” katanya.

Aplikasi yang dapat diakses melalui perangkat mobile ini juga mempermudah petugas penyuluh lapangan (PPL), petugas organisme pengendali tumbuhan (POPT), dan petugas kesehatan hewan dalam melapor klaim Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), karena cukup dilakukan melalui ponsel masing-masing.

Baca juga :  Asuransi pertanian, sebuah solusi menghadapi musim tak menentu

Asuransi Jasindo sejak tahun 2015 hingga saat ini mendapatkan penunjukan dari pemerintah untuk menjalankan program bantuan premi asuransi usaha tani padi (AUTP).

Menurut Diwe, setiap tahun pencapaian program AUTP dan AUTSK terus meningkat. Pada tahun anggaran 2020 telah tercapai 100 persen dari target yang ditentukan.

Fitur Protan

  1. Cek polis dan AUTS/K
  2. Pengisian formulir pengajuan claim
  3. Scan KTP/NIK
  4. Pengukuran polygon kerusakan lahan
  5. Update status claim
  6. Pengambilan foto bukti secara langsung di lapangan
  7. Persetujuan atas Klaim yang diajukan
  8. Konfirmasi pembayaran klaim

Download Aplikasi Protan

DOWNLOAD APLIKASINYA MELALUI LINK BERIKUT

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.protan.kementan&hl=in

Cek Juga

pajak mobil

Resmi diperpanjang pajak penjualan barang mewah nol persen untuk mobil

Pemerintah kembali secara resmi memperpanjang masa pembebasan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk …

cara mencairkan blt umkm

Jangan Lupa Mencairkan segera BLT UMKM sebelum batas akhir pencairan

Bantuan usaha produktif untuk UMKM atau BLT UMKM sementara berjalan untuk tahap 3, para pelaku …

DJP terkait pajak sembako

Tanggapan Dirjen Pajak terkait informasi pajak sembako

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dalam pernyataan resminya menyatakan berkenaan dengan maraknya pemberitaan mengenai pengenaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.