fbpx
Penyakit blas tanaman padi

Mengenal Seputar Penyakit Blas Pada Tanaman Padi

Penyakit blas pada tanaman padi bisa menyerang mulai dari proses penyemaian hingga menjelang waktu panen. Jenis penyakit ini bisa cepat menyebar, terutama pada masa pertumbuhan generatif. Berikut adalah ulasan lengkap seputar penyakit blas pada padi yang perlu Anda ketahui.

Apa Itu Penyakit Blas Pada Tanaman Padi

Blas atau busuk leher adalah penyakit yang biasa menyerang tanaman padi. Serangan tersebut ditandai dengan adanya bercak coklat yang bisa menimbulkan adanya bulir hampa. Serangan penyakit blas yang terjadi pada tanaman padi ini disebabkan oleh kondisi lingkungan.

Penyakit pada tanaman padi ini bisa menimbulkan kebusukan atau leher patah yang akan mengganggu proses pengisian malai. Akibatnya adalah banyak bulir padi yang tidak ada isinya, sehingga akan mempengaruhi hasil panen.

Pada umumnya penyakit ini lebih cepat berkembang di malam hari, saat suhu sedang berada di antara 22 hingg 25 derajat celcius. Selain itu, penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan untuk tanaman padi juga bisa memicu timbulnya penyakit blas.

Pengendalian Penyakit Blas dengan Teknik Budidaya

Pengendalian penyakit blas ini bisa dilakukan dengan teknik budidaya melalui beberapa tahapan. Berikut adalah penjelasan mengenai cara pengendalian penyakit blas pada padi menggunakan teknik budidaya.

  • Pemilihan Benih yang Sehat

Hal pertama yang perlu Ada perhatikan adalah memilih benih sehat dan melakukan cara penanaman secara tepat. Pastikan bahwa bibit padi yang dipilih, sebelumnya tidak pernah terinfeksi penyakit blas.

  • Perendaman Benih

Langkah berikutnya adalah melakukan perendaman atau soaking benih padi yang sudah Anda pilih sebelumya. Perendaman benih ini hanya membutuhkan waktu selama 24 jam saja dengan batuan larutan fungisida dengan campuran air.

Baca juga :  Kepinding tanah hama bandel tanaman padi

Perbandingannya adalah setiap satu kilogram benih padi harus direndam dengan 2 liter air larutan fungisida. Selanjutnya, keringkan benih yang sudah direndam menggunakan koran atau kertas agar bisa disemaikan.

  • Pelapisan Benih

Langkah pengendalian penyakit blas pada tanaman padi menggunakan teknik budidaya selanjutnya adalah pelapisan benih atau coating. Caranya adalah dengan mencampurkan fungisida dan benih yang sebelumnya sudah direndam, lalu kocok secara merata dan keringkan.

  • Cara Tanam

Ketika akan melakukan penanaman jangan lupa untuk memperhatikan kondisi pengairan di sawah tersebut serta kelembaban di sekitar kanopi. Tanam benih padi yang sudah disemai dengan jarak yang tidak terlalu rapat.

  • Pemupukan

Jenis pupuk untuk padi yang Anda gunakan sebaiknya mengandung kalium agar tanaman tersebut tidak rentan terserang penyakit blas. Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan pupuk nitrogen, namun jangan terlalu banyak, agar tanaman padi tidak rentan terkena penyakit blas.

Penggunaan Fungisida untuk Penyemprotan Tanaman

Pelapisan fungisida pada benih dinilai sangat efektif melindungi tanaman padi selama 6 minggu saja. Selanjutnya petani perlu melakukan penyemprotan tanaman fungisida kembali untuk menekan pertumbuhan perkembangan jamur P.grisea.

Takaran penyemprotan fungisida ini bisa bervariasi, tergantung pada jenis kebutuhan dari tanaman padi. Sebaiknya penyemprotan fungisida ini dilakukan dua kali saat masa penanaman dan padi mulai tumbuh.

Salah satu jenis fungisida yang mampu mengendalikan penyakit blas pada tanaman padi adalah fungisida Filia, fungisida ini cukup diaplikasikan 2 kali pada tanaman padi yaitu pada saat padi umur 30 HST dan pada aplikasi kedua pada saat tanaman bunting. Selain mengendalikan blas Filia juga mampu memperkokoh batang tanaman sehingga mengurangi rebah menjelang panen.

Pencegahan Penyakit Blas Tanaman Padi

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit blas pada padi, antara lain adalah sanitasi lingkungan dan stu langkah berani. Sanitasi dilakukan dengan memberantas semua gulma yang bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Baca juga :  Hama Penggulung atau pelipat daun padi

Langkah berikutnya untuk mencegah penyakit blas pada tanaman ini adalah pemberian kompos jerami. Kompos yang satu ini berasal dari bahan organik aman yang juga berguna sebagai nutrisi tambahan tanaman padi, sehingga padi bisa tumbuh dengan baik.

Kunci dari pencegahan penyakit blas pada padi ini disarankan untuk tidak menanamnya secara rapat. Lakukan penyemprotan fungisida dua kali. Penyemprotan bisa Anda lakukan saat benih padi sudah mulai tumbuh dan ketika tanaman ini mulai berisi.

Penyakit blas pada tanaman padi perlu segera dibasmi karena bisa mempengaruhi hasil panen para petani. Apabila penyakit blas pada padi ini tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan gagal panen.

Cek Juga

Penyakit bulai masih menjadi kendala utama di tanaman jagung

Usaha peningkatan produksi jagung menuju swasembada pangan yang terus digalakkan oleh pemerintah mendorong budidaya jagung …

hawar pelepah padi

Waspada hawar pelepah padi dapat menurunkan produksi sebesar 30 %

Padi sebagai tanaman utama pertanian Indonesia, tentu tidak luput dari gangguan organisme penggangu tanaman (OPT) …

Penyakit tungro padi

Penyakit Tungro Pada Padi: Gejala dan Solusinya

Penyakit tungro pada padi adalah salah satu penyakit utama yang sering menyerang tanaman pangan satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *