fbpx
Budidaya kedelai

Mengenal Syarat Tumbuh dan Cara Budidaya Tanaman Kedelai

Kedelai merupakan salah satu dari family leguminosoe yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat tempe, tahu, kecap, susu, dan lain sebagainya. Kebutuhan akan kedelai kini kian meningkat sehingga budidaya tanaman kedelai sangat prospek Anda lakukan.

Cara membudidayakannya tergolong mudah. Anda harus melakukan beberapa hal agar hasil tanaman kedelai sesuai dengan harapan. Hal-hal yang harus dilakukan untuk membudidayakan kedelai dapat Anda simak pada ulasan berikut ini.

Syarat Tumbuh

Kedelai bukan tanaman yang sulit tumbuh. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki drainase dan aerasi tanah yang baik. Bahkan, tanaman ini masih dapat tumbuh di tanah tandus yang memiliki sedikit unsur hara, dengan syarat rutin diberi pupuk kandang dan organik, serta pengapuran.

Pada masa pertumbuhan, tanaman kedelai membutuhkan pengairan yang cukup, yaitu idealnya dengan curah hujan 100-200 mm/bulan. Kedelai paling baik akan tumbuh pada ketinggian 0-900 mdpl dengan temperatur 25-27 derajat celcius, dan sinar matahari penuh selama 10 jam/hari.

Persiapan Lahan

Untuk budidaya tanaman kedelai, Anda membutuhkan tanah yang gembur. Anda dapat membuatnya dengan mencangkul atau membajak tanah terlebih dahulu. Siapkan pula drainase atau saluran air setiap 5-6 meter dengan luas dan kedalaman sesuai dengan keadaan lahan agar air tidak tergenang saat hujan.

Perhatikan kondisi tanah di lahan Anda. Jika tanah memiliki pH yang rendah, maka Anda harus menaburkan dolomit. Sedangkan jika tanah kurang subur dan tandus, Anda dapat menaburkan pupuk kandang atau kompos. Anda juga dapat menambahkan pupuk TSP, UREA, dan KCL dengan perbandingan 2:1:1.

Persiapan Benih

Benih sangat menentukan hasil tanaman nantinya. Benih yang unggul dan bersertifikat tentu akan membuahkan hasil yang maksimal. Namun, jika Anda ingin menggunakan bibit yang dibuat sendiri, Anda harus memastikan bahwa benih tersebut berasal dari tanaman yang sehat dan produktivitasnya tinggi.

Baca juga :  Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Kangkung

Benih ini dapat Anda peroleh dari tanaman kedelai yang sudah cukup tua namun masih sehat. Sesuaikan benih dengan luas lahan yang Anda gunakan. Setiap hektarnya, membutuhkan benih kurang lebih 40-50 kg.

Penanaman

Langkah selanjutnya untuk membudidayakan tanaman kedelai, adalah dengan menanamnya. Sebelum ditanam, berilah insektisida dan fungisida pada benih terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan agar tanaman terhindar dari hama dan jamur.

Caranya yaitu, ambil 100 gram insektisida dan 100 gram fungisida, kemudian campurkan dengan 10 kg benih. Sebaiknya gunakan jenis insektisida berbentuk tepung, seperti lannate atau metindo. Kemudian, buat lubang pada lahan untuk menanam bibit.

Lubang ini dibuat dengan jarak tanam 40×25 cm atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Setelah itu, masukkan 2-3 benih pada lubang tersebut, lalu tutup tipis dengan tanah. Waktu penanaman akan lebih baik jika dilakukan setelah turun hujan atau saat kondisi tanah masih basah.

Perawatan dan Pemeliharaan

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan dalam merawat dan memelihara tanaman kedelai dari awal hingga memanennya. Perawatan yang harus Anda lakukan, meliputi pengairan, penyiangan, dan pemupukan kembali.

Terkait pengairan, tanaman kedelai sangat peka terhadap air. Terutama pada tahap awal pertumbuhan vegetatif pada usia 15-21 hari, tahap pembungaan pada 25-26 hari, dan tahap mengisian polong pada umur 55-70 hari.

Selain itu, Anda harus melakukan penyiangan pada rumput liar atau gulma, agar pertumbuhan tanaman kedelai tidak terganggu. Kemudian, tanaman kedelai juga membutuhkan pemupukan kembali agar tidak kekurangan unsur hara.

Pemberantasan Hama dan Penyakit

Tanaman kedelai rentan terhadap hama berupa lalat bibit/lalat kacang, lalat buah, ulat jengkal, ulat buah, penggerek daun, dan lain sebagainya. Gangguan ini dapat diberantas dengan melakukan sanitasi lahan dan menyemprot lahan.

Baca juga :  Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Kangkung

Selain itu, terdapat juga beberapa penyakit seperti busuk batang, karat daun, bercak dayu, dan lain-lain juga sering menyerang tanaman kedelai. Masalah tersebut dapat diatasi dengan memperhatikan sanitasi dan kebersihan lahan, kemudian menyemprot tanaman dengan fungisida.

Panen

Budidaya tanaman kedelai yang tepat akan menghasilkan panen yang maksimal. Anda dapat memanen tanaman kedelai pada waktu yang tepat. Cobalah perhatikan tanaman Anda, jika daunnya sudah menguning, mudah rontok, polong biji mengering dan berwarna kecoklatan, berarti kedelai siap dipanen.

Anda dapat memanen kedelai dengan memotong batangnya menggunakan sabit. Jangan memanen tanaman ini dengan cara mencabut batangnya langsung karena akan mempengaruhi kesuburan tanah.

Cek Juga

cara pemupukan 10 ton

Hasil panen padi 9-10 ton begini cara pemupukannya

Padi merupakan tanaman utama di Indonesia yang mana sebagi besar penduduk Indonesia masih menjadikan beras …

Penambahan populasi tanaman dengan Jajar Legowo

Indonesia memiliki sekitar 5 juta lahan sawah irigasi, yang merupakan protensi yang sangat besar untuk …

Budidaya padi secara lengkap

Tekhnik budidaya padi sudah dilakukan sejak manusia pertama kali mengenal tanaman padi sebagai tanaman pangan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.