fbpx

Porang tanaman umbi untuk pangan sampai kosmetik, Budidaya sangat gampang

Salah satu tanaman yang saat ini naik daun adalah tanaman porang, tanaman yang sebelumnya hanya menjadi perdu dan dianggap tidak berguna karena getahnya yang gatal.  Tanaman porang sedniri merupakan tanaman umbi-umbian dan masuk dalam spesies Amorphophallus Muelleri Blume. Porang mengandung banyak glucomanan atau zat dalam bentuk gula kompleks dan serat larut yang berasal dari ekstrak akar tanaman. Umbi dari tanaman porang dapat diolah menjadi bahan pangan. Dalam kata lain, dengan memanfaatkan umbi dari tanaman porang menjadi salah satu pilihan pangan, agar masyarakat tidak terpaku dengan satu tanaman saja untuk dikonsumsi yaitu beras, porang bisa menjadi makanan alternatif selain nasi. Selain itu, umbi porang juga telah terbukti dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, dan bahan baku industri.
Saat ini di Indonesia sudah banyak berdiri perusahaan pengolahan umbi porang, sehingga peluang bisnis dan budidaya porang semakin besar ke depannya, petani tidak perlu lagi takut untuk menanam porang karena kebutuhan porang saat ini cukup tinggi, selain digunakan dalam negeri tanaman ini juga bisa diekspor.

Porang merupakan salah satu tanaman lokal di Indonesia yang banyak tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Karena kondisi iklim tropis Indonesia dan kondisi tanah yang cocok sehingga tanaman ini bisa tumbuh, budidaya porang sebenarnya cukup mudah karena tanaman ini bisa tumbuh dimana saja. Namun untuk pertumbuhan optimal tanaman porang membutuhkan naungan sehingga dapat dibudidayakan sebagai tanaman sela pada hutan rakyat atau hutan tanaman.

Morfologi Tanaman Porang

  • Batang tanaman porang berbentuk bulat dan tegak berwarna kehijauan dengan bercak putih. Beberapa umbi batang akan tumbuh pada tangkai cabang sesuai musim.
  • Batang pada tanaman porang memiliki bentuk tegak, lunak, halus, berwarna hijau atau hitam dengan bercak putih. Satu batang tegak lurus, biasanya akan pecah jadi tiga batang sekunder dan menjadi beberapa tangkai daun.
  • Perkembangan morfologinya berupa daun tunggal menjari dengan ditopang oleh satu tangkai daun yang bulat. Pada tangkai daun akan keluar beberapa umbi batang sesuai musim tumbuh.
  • Helai daun dapat memanjang dengan ukuran 60-200 sentimeter dengan tulang-tulang daun yang kecil terlihat jelas pada permukaan bawah daun. Panjang tangkai daun antara 40-180 sentimeter, dengan daun-daun yang lebih tua biasanya biasanya berada di pucuk.
  • Tanaman porang berakar primer  dapat tumbuh kurang lebih setinggi 1,5 meter tergantung kondisi cuaca, kesuburan tanah dan umur tanaman.
  • Umbi porang terdiri atas dua macam, yaitu umbi batang yang berada di dalam tanah dan umbi katak (bulbil) yang terdapat pada setiap pangkal cabang atau tangkai daun.
  • Umbi yang banyak dimanfaatkan yakni umbi batang. Biasanya berwarna kuning kusam atau kuning kecokelatan. Bentuk umbi khas, yaitu bulat simetris dan di bagian tengah membentuk cekungan.
  • Jika umbi dibelah, bagian dalam umbi berwarna kuning cerah dengan serat yang halus, karena itu sering disebut iles kuning.
  • Umbi katak biasanya digunakan sebagai bibit atau benih.
Baca juga :  Mengenal tanaman padi secara lengkap

Syarat Tumbuh

Sebenarnya tidak ada persyaratan tumbuh khusus yang dibutuhkan dalam perkembangbiakan datau budidaya porang, namun untuk skala pertanian yang intensif perlu diperhatikan mengenai  jenis dan kadar keasaman tanah, kondisi lingkungan, serta iklim.

Tanaman porang sendiri bisa tumbuh maksimal jika ditanam pada tanah dengan ketinggian 100-600 meter di atas permukaan laut, dan berada di bawah tanaman atau ternaungi, namun saat ini sudah banyak tanaman porang yang dikembang di lahan terbuka. Pohon naungan yang biasanya digunakan adalah mahoni, jati, dan sono, bahkan beberapa petan di Sulawesi menanam porang di bawah tanaman kakao mereka, atau di sela tanaman kakao yang sedang di remajakan.

Tanaman porang membutuhkan tanah yang gembur dan tidak tergenang air dengan kadar keasaman tanah atau pH tanah berada di rentang 6-7.

Karena tanaman porang membutuhkan tanaman lain untuk tumbuh, perlu diperhatikan tingkat kerapatan tanaman yang menjadi inang atau tempat tanaman porang bernaung.

Perbanyakan Porang

Tanaman porang dapat berkembangbiak dengan  3 cara, yaitu dari umbi katak, buah atau biji, dan umbi batang.

Umbi katak atau bulbil porang

Katak atau bulbil porang berwarna cokelat kehitaman biasanya muncul pada tangkai dan pangkal daun. Saat panen anda bisa kumpulkan katak kemudian simpan sampai musim penghujan, umbi katak ini bisa langsung ditanam pada tanah yang telah disiapkan.

Buah atau Biji

Tanaman porang akan berbunga ketika berumur 4 tahun, kemudian berubah menjadi buah atau biji. Satu tongkol buah atau umbi porang bisa menghasilkan 250 butir. Biji yang dihasilkan dari buah ini bisa digunakan sebagai bibit, sebelum menanamnya harus disemai terlebih dahulu

Umbi Batang

Pada saat penjarangan tanaman porang biasanya akan diperoleh umbi-umbi kecil. Umbi ini kemudian bisa digunakan sebagai bibit atau benih, Sedangkan untuk umbi porang yang berukuran besar bisa dibelah dulu menjadi beberapa bagian. Setelah itu bagian itu bisa ditanam di lahan yang telah disiapkan.

Baca juga :  Mengenal tanaman padi secara lengkap

Budidaya Porang

Persiapan lahan

Waktu yang tepat untuk menanam porang adalah pada saat awal musim hujan. Lahan yang sudah dipersiapkan dan digemburkan kemudian buat guludan, Di atas gundukan kemudian di garis dan membuat lubang tanam, cara menanam porang adalah masukkan bibit porang yang telah disiapkan ke dalam lubang tanaman yang sudah disiapkan. Jarak tanam yang ideal adalah 1 x 1 meter untuk lahan dengan naungan dan 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm untuk lahan tanpa naungan Jangan lupa, di tiap lubang harus diisi dengan pupuk kompos dan sekam supaya pertumbuhan tanaman porang bisa lebih optimal. atau bisa juga dengan menggunakan pupuk urea 10 gram dan SP36 5 Gram.

Penanaman

Setelah lahan sudah siap langkah langkah selanjutnya adalah penanaman. Proses ini dapat dilakukan langsung menggunakan umbi atau katak. Tapi, jika menggunakan biji akan lebih baik jika dilakukan pembibitan terlebih dahulu dalam polybag. Umumnya waktu penanaman porang akan dilakukan pada awal musim hujan, tepatnya pada bulan Oktober-Desember. Perlu diperhatikan bahwa letak bakal tunas tanaman porang harus menghadap ke atas. Kemudian pada setiap lubang tanah yang telah disiapkan tersebut harus diisi 1 bibit

Apabila tanaman porang sudah mulai tumbuh dan umurnya sekitar lima bulan, maka tanaman porang akan mulai menguning dan mati dengan sendirinya. Pada saat itu juga katak yang ada di tangkai daun ikut berjatuhan. Bulbil atau katak ini bisa dikumpulkan lalu dijual dengan harga Rp 11.000 – Rp 15.000 tiap kilogram. Namun bisa juga menjadi bibit untuk ditanam sendiri.

Tidak perlu panik apabila tanaman porang mati ketika datang musim kemarau. Hal tersebut menjadi siklus alami yang memang umum terjadi. Pasalnya, ketika memasuki musim kemarau tanaman porang akan mengalami proses dormansi (istirahat). Kemudian tanaman porang bisa tumbuh kembali ketika musim hujan sudah tiba, pada saat tumbuh kembali  jumlah anakan akan bertambah banyak serta membentuk umbi yang semakin besar.

Baca juga :  Mengenal tanaman padi secara lengkap

Pemupukan

Pemupukan bisa dilakukan 2 kali yaitu pada saat sebelum tanam atau biasa juga disebut pupuk dasar, pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kompos ataupun pupuk kandang.

Setelah tanaman tumbuh bisa dilanjutkan pemupukan susulan pada saat tanaman berumur 1-2 bulan, dengan menggunakan pupuk urea dan ponskha.

Dibeberapa daerah setelah masa dormansi selesai, dan porang sudah tumbuh kembali dan berkembang biasanya petani memberikan tambahan pupuk agar umbi yang dihasilkan bisa maksimal, pemberian pupuk bisa dikombinasikan antara ZA dan Ponskha atau SP 36.

Penyiangan Gulma

Agar tanaman porang bisa tumbuh maksimal diharapkan di sekitar pertanaman tidak ada gulma yang tumbuh, sehingga mengganggu pertumbuhan umbi dan tanaman porang itu sendiri, keberadaan gulma dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam mendapatkan hara dari tanah atau pupuk yang kita berikan selain itu gulma juga menjadi pengambat porang dalam mendapatkan sinar matahari, yang membantu dalam proses pembentukan umbi.

Pembumbunan Guludan

Proses pembumbunan atau peninggian guludan yaitu dengan cara menimbun pangkal batang porang menggunakan tanah yang ada disekitarnya,  Proses ini memiliki tujuan agar batang porang bisa tegak dan umbi akan berkembang dengan lebih cepat dan untuk menghindari batang tanaman porang terendam air, pembumbunan juga bertujuan untuk menggemburkan tanah sehingga umbi batang bisa berkembang maksimal.

Penjarangan

Penjangan tanaman porang sangat penting untuk dilakukan.  Proses penjarangan ini dilakukan apabila dalam satu lubang tanam tumbuh terlalu banyak tumbuhan porang. Bahkan di dalam satu lubang tanam bisa tumbuh 3-4 batang porang. tanaman porang yang rapat menyebabkan umbi yang dihasilkan kecil sehingga produksi berkurang. selain itu proses penjarangan ini bertujuan agar sirkulasi udara di sekitar pertanaman tetap lancar.

Panen

Apabilan tanaman porang yang ditanam menggunakan umbi, porang sudah bisa dipanen apabila sudah umur 7 bulan setelah tanam,  Apabila bibit yang digunakan dari bagian katak, maka porang baru bisa dipanen mulai umur 18-24 bulan setelah masa tanam.

Cara panen porang sebenarnya cukup mudah hanya dengan menggali umbi porang seperti panen tanaman umbi-umbian pada umumnya. Umbi porang tersebut bisa dijual dalam bentuk basah atau kering. Disarankan untuk melakukan proses panen porang ketika musim kemarau, sebabnya harga umbi porang bisa jadi lebih mahal.

Cek Juga

Teknik pemeliharaan jagung hibrida

Sebagai lanjutan dari artikel kami sebelumnya tentang budidaya jagung hibrida kami akan membahas tentang teknik pemeliharaan …

Budidaya Jagung Hibrida Terlengkap

Jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi yang banyak di tanaman di Indonesia, karena tanaman …

cara pemupukan 10 ton

Hasil panen padi 9-10 ton begini cara pemupukannya

Padi merupakan tanaman utama di Indonesia yang mana sebagi besar penduduk Indonesia masih menjadikan beras …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *