fbpx
pupuk npk alami

Pupuk langka, ini solusinya membuat pupuk NPK sendiri dari bahan alami

Pupuk adalah kebutuhan dasar tanaman, yang diperoleh dari dalam tanah untuk kebutuhan pertumbuhan, pembentukan tunas sampai pembuahan, kekurangan pupuk menyebabkan tanaman menjadi kerdil, layu, menguning sampai mati. Pupuk saat ini secara alami disediakan oleh alam yaitu pupuk organik yang biasanya tersedia di dalam tanah yang berasal dari mineral bebatuan maupun dari hasil dekomposisi jasad renik, namun ketersediaan pupuk ini sangat terbatas, apalagi sistem pertanaman kita yang terus menerus sehingga ketersediaan pupuk organik semakin minim bahkan di beberapa daerah kandungan hara alami di dalam tanah sudah habis, sehingga dibutuhkan input tambahan berupa pupuk anorganik seperti urea, za, phonska, NPK dan sebagainya.

Pemerintah sebenarnya sudah menganggarkan bantuan ke petani dalam bentuk pupuk subsidi namun jumlahnya yang sangat terbatas hanya sekitar 9 juta ton yang mana kebutuhan pupuk petani Indonesia sekitar 23-24 juta ton/tahun. Disamping itu harga pupuk non subsidi semakin mahal sehingga banyak petani membiarkan lahan mereka tidak diberikan pupuk yang berdampak ke produksi mereka yang turun.

Keuntungan membuat pupuk NPK sendiri

Membuat pupuk NPK sendiri memiliki berbagai macam keuntungan diantaranya :

  1. Bahan yang mudah didapat di sekitar kita
  2. Biaya murah
  3. Dapat dibuat dalam bentuk padat maupun cair
  4. Dapat diatur kandungan hara sesuai kebutuhan lahan
  5. Karena dibuat dari bahan nabati sehingga mudah terurai dan diserap tanaman
  6. menggemburkan tanah.

Mengenal bahan nabati sebagai bahan dasar pupuk NPK

Pupuk NKP terdiri dari N (nitrogen) P (Phospor) dan K (Kalium), Syarat bahan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk yang baik adalah mengandung NPK nabati, atau Nitrogen, Phospor, dan Kalium.
Tiga zat ini merupakan komponen utama untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Nitrogen berperan sebagai perangsang pertumbuhan tanaman, phospor untuk perakaran tanaman, serta kalium untuk merangsang pembuahan tanaman.

Baca juga :  Hore, Bantuan Dana Desa cair sebesar 3,6 jt perkeluarga selama tahun 2021

Berikut beberapa jenis bahan nabati yang bisa digunakan sebagai bahan dasar dalam membuat pupuk NPK

  1. Nitrogen (N) dapat diperoleh dari daun pepaya, klirisidi, singkong, binahong, kelor, ketela rambat, kromolina, kacang tanah, serta tanaman afrika. Bagian tanaman yang digunakan untuk membuat pupuk dari semua tanaman itu adalah daunnya, sebab daun tanaman-tanaman tersebut mengandung nitrogen yang cukup banyak.
  2. Phospor (P) bahan-bahan alami yang mengandung phospor dan bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk di antaranya batang dan pelepah pisang, dedaunan kering, serta daun bambu. Ada juga jamur-jamur yang menyala yang biasanya hidup di bawah pohon-pohon bambu, itu juga mengandung phospor yang cukup tinggi.
  3. Kalium (K) Selain mengandung phospor, batang dan pelepah pisang juga mengandung kalium. Bahan nabati lain yang juga mengandung kalium di antaranya daun nangka, dan sabut kelapa.

Cara membuat pupuk organik NPK padat

Setelah semua bahan yang kita perlukan sudah terkumpul selanjutnya petani dapat membuat pupuk NPK sendiri menggunakan bahan-bahan tersebut dengan cara sebagai berikut :

  1. Bahan-bahan yang telah terkumpul dicacah kecil-kecil dan dicampur menjadi satu, semakin kecil ukurannya semakin bagus
  2. Siapkan cairan fermentasi yang bisa dibuat dari biang organik atau probiotik padat, air gula, dan air secukupnya.
  3. Cairan tersebut kemudian disiramkan ke bahan-bahan alami yang sudah dicacah hingga kelembapannya mencapai sekitar 30 persen. Cirinya, ketika digenggam kuat adonan tersebut tidak mengeluarkan air, namun ketika genggaman dibuka adonan menjadi menggumpal.
  4. Bahan-bahan yang dicacah sambil disiram terus diaduk-aduk supaya kelembapannya merata
  5. Untuk mempercepat pertumbuhan mikroba, semua bahan yang telah dicampur kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan didobel dengan karung beras.
  6. Setelah semua bahan dimasukkan, kantong plastik kemudian dibungkus rapat begitu juga dengan karung beras yang menjadi pelapis luar.
  7. Bahan-bahan tersebut kemudian didiamkan selama tujuh hari untuk melakukan fase fermentasi.
  8. Setelah 7 hari pupuk NPK ini sudah bisa digunakan, cara penggunaan sama dengan pupuk biasa yaitu di pendam di sekitar tanaman.
Baca juga :  Pemerintah menambah kuota pupuk subsidi tapi harganya naik

 

 

Originally posted 2021-10-30 15:38:25.

Cek Juga

Teknik pemeliharaan jagung hibrida

Sebagai lanjutan dari artikel kami sebelumnya tentang budidaya jagung hibrida kami akan membahas tentang teknik pemeliharaan …

Budidaya Jagung Hibrida Terlengkap

Jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi yang banyak di tanaman di Indonesia, karena tanaman …

cara pemupukan 10 ton

Hasil panen padi 9-10 ton begini cara pemupukannya

Padi merupakan tanaman utama di Indonesia yang mana sebagi besar penduduk Indonesia masih menjadikan beras …

Leave a Reply

Your email address will not be published.