fbpx
hamparan sawah

Sektor pertanian harus jadi prioritas karena menyangkut hak hidup

Saat ini sektor pertanian semakin meningkatkan eksistensinya, di tengah pandemi saat ini berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) merilis produk domestik bruto (PDB) pertanian pada kuartal IV 2020, yang tumbuh 2,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hanya pertanian yang tumbuh positif di tengah melemahnya perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Hal lain yang mendasari adalah lapangan usaha disektor pertanian tahun 2020 , yang mana sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan positif, sebesar 1,75 persen. Bahkan hanya lapangan usaha pertanian saja yang tumbuh positif dibandingkan sektor lainnya.

Kini Waktu Tepat untuk Arahkan Kebijakan Ekonomi ke Arah Pertanian Sektor pertanian tidak boleh dipandang sebelah mata. Kepentingan sektor pertanian harus diatas kepentingan yang lain, karena ini menyangkut hak hidup orang banyak. Hal ini diungkapkan pakar Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Riyanto.

“Kepentingan sektor pertanian harus diatas kepentingan yang lain karena ini menyangkut hak hidup orang banyak. Saya kira sektor pertanian tidak boleh dipandang sebelah mata,” katanya, Jakarta, Minggu (7/2/2021).

Menurutnya, sektor pertanian telah berkontribusi terhadap ekonomi nasional. “Lagi-lagi ini memberikan isyarat, sektor pertanian menjadi penolong di tengah resesi karena mampu menyediakan banyak lapangan kerja ditengah situasi ekonomi yang sulit karena banyak PHK,” katanya.

Menurutnya, selama ini sektor pertanian cenderung dikesampingkan dan tidak menjadi prioritas pembangunan. Tapi, kata Riyanto, jika melihat fakta-fakta kinerja dan kontribusi sektor pertanian selama pandemi ini, maka, ke depan, pemerintah harus memberi perhatian khusus untuk jalannya pembangunan nasional.

“Pemerintah harus menjadikan sektor pertanian sebagai proritas pembangunan dengan dukungan anggaran dan kebijakan yang berpihak pada pertanian,” tuturnya.

Baca juga :  Resmi diperpanjang pajak penjualan barang mewah nol persen untuk mobil

Riyanto berharap, ke depan, pemerintah Indonesia bisa lebih memanfaatkan keunggulan komparatif dan kompetitif pada sektor pertanian, agar usaha-usaha yang ada didesa juga ikut terangkat dengan memaksimalkan pertanian.

“Sektor ini jika dikembangkan akan banyak menyerap tenaga kerja dan pastinya akan membantu peningkatan perekonomian,” tutupnya.

Indonesia sebagai negara agraris yang ditopang dengan sumber daya alam, kondisi lingkungan dan iklim yang cocok untuk budidaya berbagai tanaman, apabila dimanfaatkan secara maksimal, tentu sektor pertanian ini akan memberikan dampak pertumbuhan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, selain itu ketersediaan sumberdaya manusia yang cukup banyak tentu bisa jadi salah satu faktor pendukung, tinggal bagaimana pemerintah memperioritaskan sektor ini.

Perlunya pembinaan dan pendampingan ke para petani masih sangat dibutuhkan, selain itu jaminan harga harus lebih melindungi nasib para petani, karena terkadang pada saat panen raya harga komoditas malah anjlok, ini salah satu faktor banyak petani yang enggan untuk berusaha tani karena tidak adanya jaminan harga, ditengah harga kebutuhan sarana produksi setiap tahun naik.

 

Originally posted 2021-08-30 03:38:28.

Cek Juga

bansos bulan mei

Bulan Mei Penerima PKH dan BPNT kembali cair, cekbansos.kemensos.go.id

Sobat Tani dan Para pejuang pangan sebagaimana diketahui bahwa Kementerian Sosial tahun ini meluncurkan tiga …

blt umkm cair sebelum lebaran

Hore… Banpres UMKM akan cair sebelum lebaran

Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya Mengatakan bahwa Pemerintah memastikan pencairan Bantuan …

pajak mobil dan sembako

Alasan diskon pajak mobil dan penambahan pajak sembako

Pemerintah berencana membebankan pajak untuk barang kebutuhan pokok atau sembako yang sebelumnya termasuk komoditi dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.